SDN Petamburan 05
Jl. Petamburan 2, Kel. Petamburan, Kec. Tanah Abang, Jakarta Pusat
📖 Materi Pelajaran Agama Islam
Bersuci, Wudhu, Tayamum & Doa
Macam-Macam Hadats
الحَدَثُ الأَكْبَرُ وَالأَصْغَرُ
Hadats adalah kotoran yang tidak tampak oleh mata, tetapi membatalkan wudhu atau mengharuskan mandi wajib. Hadats dibagi menjadi dua jenis utama: Hadats Kecil dan Hadats Besar.
👤 Hadats Kecil (الحَدَثُ الأَصْغَرُ)
Pengertian: Hadats kecil adalah keadaan yang menyebabkan hilangnya kesucian wudhu tetapi tidak memerlukan mandi wajib. Hadats kecil dapat dihilangkan dengan berwudhu.
Sinonim: Hadats Ashghar, Najis Hukmi (kotoran hukum)
📋 Penyebab Hadats Kecil:
Buang Air Kecil (Al-Baul)
Mengeluarkan air kecil dari organ kencing membatalkan wudhu. Orang yang sudah berwudhu harus berwudhu ulang jika telah buang air kecil.
Buang Air Besar (Al-Ghai'th)
Mengeluarkan kotoran dari dubur membatalkan wudhu. Ini adalah penyebab hadats kecil yang paling jelas dan pasti membatalkan wudhu.
Keluar Angin (Al-Rih / Kentut)
Keluar angin dari jalan belakang (dubur) membatalkan wudhu, baik terdengar suara maupun tidak, baik berbau atau tidak.
Madzi (Cairan Sebelum Mani)
Cairan putih yang keluar saat terangsang atau setelah buang air kecil. Madzi membatalkan wudhu tetapi tidak mengharuskan mandi wajib.
Wadi (Cairan Setelah Buang Air Kecil)
Cairan putih/keruh yang keluar setelah buang air kecil. Cairan ini membatalkan wudhu tetapi tidak mengharuskan mandi wajib.
Tidur yang Dalam (An-Naum Al-Ghalib)
Tidur yang nyenyak sampai tidak menyadari lingkungan sekitar membatalkan wudhu. Tidur ringan dalam posisi duduk kokoh tidak membatalkan.
Hilang Kesadaran (Ikhtilal Al-'Aql)
Pingsan, mabuk, atau keadaan tidak sadar lainnya membatalkan wudhu karena hilangnya akal (yang merupakan syarat sahnya wudhu).
Menyentuh Kemaluan Dengan Telapak Tangan Bagian Dalam
Menyentuh kemaluan sendiri (qubul atau dubur) dengan telapak tangan bagian dalam (tanpa penghalang) membatalkan wudhu menurut mayoritas ulama.
Sentuhan Kulit Laki-laki dan Perempuan (Menurut Madzhab Syafi'i)
Bersentuhan kulit langsung antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, tanpa penghalang, dan keduanya sudah baligh membatalkan wudhu menurut madzhab Syafi'i.
Makan Daging Unta (Menurut Sebagian Ulama)
Makan daging unta membatalkan wudhu menurut beberapa ulama berdasarkan hadits dari Jabir ra. Namun ini masih diperdebatkan oleh ulama lain.
✅ Cara Menghilangkan Hadats Kecil:
Berwudhu
Melakukan wudhu dengan sempurna sesuai rukun dan syaratnya
Tayamum (Jika Tidak Ada Air)
Jika tidak ada air dan tidak mampu menggunakan air
👥 Hadats Besar (الحَدَثُ الأَكْبَرُ)
Pengertian: Hadats besar adalah keadaan yang memerlukan mandi wajib untuk membersihkannya, bukan hanya wudhu saja. Hadats besar membatalkan wudhu dan mengharuskan mandi seluruh tubuh.
Sinonim: Hadats Akbar, Junub (bagi laki-laki)
📋 Penyebab Hadats Besar:
Keluar Mani (Al-Maniyyu)
Keluar mani (cairan sperma) saat bersenggolan dengan istri atau dengan cara lainnya. Mani adalah hadats besar yang memerlukan mandi wajib.
Junub (Bersenggolan dengan Istri)
Bagi laki-laki, keadaan junub adalah ketika telah bersenggolan secara lengkap dengan istri (hubungan intim). Keadaan ini memerlukan mandi wajib.
Haid (Menstruasi Bagi Wanita)
Keluarnya darah haid setiap bulan dari rahim wanita. Saat haid, wanita memerlukan mandi wajib setelah haid selesai untuk dapat menunaikan ibadah.
Nifas (Pendarahan Pascasalin)
Pendarahan yang keluar dari rahim wanita setelah melahirkan. Wanita nifas dalam keadaan junub dan memerlukan mandi wajib setelah nifas selesai.
Istihadhah (Pendarahan Berkelanjutan)
Pendarahan yang keluar dari rahim wanita di luar waktu haid (tidak mengikuti pola haid yang teratur). Wanita yang istihadhah tetap boleh shalat tetapi harus berwudhu untuk setiap shalat.
✅ Cara Menghilangkan Hadats Besar:
Mandi Wajib (Ghusl)
Membasuh seluruh tubuh dengan air yang suci dan menyucikan dengan niat menghilangkan hadats besar
Tayamum (Jika Tidak Ada Air dan Berhalangan)
Mengganti mandi wajib dengan tayamum jika tidak ada air atau tidak mampu menggunakan air
📊 Tabel Perbandingan Hadats Kecil vs Hadats Besar
| Aspek | Hadats Kecil | Hadats Besar |
|---|---|---|
| Pengertian | Kotoran tidak tampak yang membatalkan wudhu | Kotoran tidak tampak yang memerlukan mandi wajib |
| Penyebab Utama | Buang air kecil/besar, kentut, tidur | Mani, haid, nifas, istihadhah |
| Cara Menghilangkan | Berwudhu | Mandi Wajib (Ghusl) |
| Dampak Ibadah | Tidak boleh shalat | Tidak boleh shalat, puasa, dan lainnya |
| Lamanya | Sampai ada pembatal baru | Sampai selesai (misal: haid selesai) |
| Alternatif Jika Tdk Ada Air | Tayamum (2 kali usap) | Tayamum (2 kali usap) |
💡 Catatan Penting Tentang Hadats
Perbedaan Hadats dan Najis: Hadats tidak terlihat tapi membatalkan wudhu/mengharuskan mandi, sementara najis terlihat dan harus dibersihkan
Ragu-ragu tentang Hadats: Jika ragu-ragu apakah sudah keluar hadats atau belum, maka hadats dianggap belum terjadi dan wudhu masih sah
Perempuan Istihadhah: Wanita yang mengalami pendarahan berkelanjutan tetap dapat menunaikan ibadah dengan berwudhu untuk setiap shalat
Madzi vs Mani: Madzi adalah cairan sebelum orgasme (hadats kecil), sedangkan mani adalah cairan saat orgasme (hadats besar)
Haid dan Nifas: Wanita haid/nifas tidak boleh shalat, puasa, bersentuhan dengan Al-Qur'an, dan hubungan intim dengan suami
Soal Latihan Pilihan Ganda
40 Soal dengan Kunci Jawaban & Penjelasan
Petunjuk: Pilih jawaban yang paling tepat. Kunci jawaban dan penjelasan akan muncul setelah Anda mengklik tombol "Lihat Jawaban".
💡 Tips: Baca setiap soal dengan teliti dan pikirkan matang-matang sebelum memilih jawaban. Jangan ragu untuk melihat penjelasan setiap jawaban untuk memperdalam pemahaman!
Pengertian Bersuci (Thaharah)
الطَّهَارَة
Bersuci (Thaharah) adalah membersihkan diri dari hadats dan najis dengan menggunakan air yang suci dan menyucikan atau dengan debu/tanah yang suci (untuk tayamum).
1 Hadats (الحَدَث)
Kotoran yang tidak tampak oleh mata, tetapi membatalkan wudhu atau mengharuskan mandi.
Hadats Kecil:
Buang air kecil/besar, kentut, tidur, menyentuh kemaluan → Wajib Wudhu
Hadats Besar:
Junub, haid, nifas → Wajib Mandi Wajib
2 Najis (النَّجَاسَة)
Kotoran yang tampak oleh mata dan harus dibersihkan.
Najis Mughallazhah (Berat):
Najis anjing & babi → dicuci 7x, salah satunya dengan tanah
Najis Mukhaffafah (Ringan):
Air kencing bayi laki-laki → cukup diperciki air
Najis Mutawassithah (Sedang):
Darah, nanah, kotoran → dicuci hingga hilang warna, bau, rasa
🚿 Jenis-Jenis Air untuk Bersuci
Air Mutlak (Suci & Menyucikan)
Air hujan, air sumur, air laut, air sungai, air salju
Air Musta'mal (Suci tapi Tidak Menyucikan)
Air bekas wudhu/mandi wajib
Air Musyammas (Suci Makruh)
Air yang dipanaskan matahari dalam wadah logam
Air Mutanajjis (Najis)
Air yang terkena najis (berubah warna/bau/rasa)
Tata Cara Wudhu
الوُضُوء
Wudhu adalah cara bersuci dengan air yang digunakan untuk menghilangkan hadats kecil. Wudhu merupakan syarat sahnya shalat.
📖 Dalil Wudhu (QS. Al-Maidah: 6)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki."
📋 Syarat Sah Wudhu
Islam
Berakal
Tamyiz
Air Suci
Tidak Ada Penghalang
Tidak Haid/Nifas
⭐ Rukun Wudhu (6 Rukun - Wajib Dilakukan)
Niat
Niat dalam hati bersamaan dengan membasuh wajah
نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
"Nawaitul wudhuu-a li raf'il hadatsil ashghari fardhan lillaahi ta'aalaa"
Artinya: "Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil, fardhu karena Allah Ta'ala"
Membasuh Wajah
Dari tempat tumbuhnya rambut kepala sampai bawah dagu, dan dari telinga kanan ke telinga kiri
Membasuh Kedua Tangan Sampai Siku
Dimulai dari ujung jari hingga siku, termasuk siku
Mengusap Sebagian Kepala
Minimal mengusap sebagian rambut kepala dengan tangan basah
Membasuh Kedua Kaki Sampai Mata Kaki
Dari ujung jari kaki hingga mata kaki, termasuk mata kaki
Tertib (Berurutan)
Melakukan semua rukun secara berurutan, tidak boleh dibolak-balik
💜 Sunnah-Sunnah Wudhu
Membaca Basmalah di awal
Membasuh kedua telapak tangan 3x
Berkumur-kumur (Madmadah) 3x
Menghirup air ke hidung (Istinsyaq) 3x
Menyela-nyela jari tangan dan kaki
Mengusap seluruh kepala
Mengusap kedua telinga
Mendahulukan anggota yang kanan
Membasuh setiap anggota 3x
Muwalat (berturut-turut tanpa jeda lama)
Tata Cara Tayamum
التَّيَمُّم
Tayamum adalah cara bersuci dengan menggunakan debu/tanah yang suci sebagai pengganti wudhu atau mandi wajib ketika tidak ada air atau tidak mampu menggunakan air.
📖 Dalil Tayamum (QS. An-Nisa: 43)
فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ
"...lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu..."
📋 Syarat Boleh Tayamum
Tidak Ada Air
Sudah berusaha mencari air tapi tidak menemukan
Sakit
Jika menggunakan air akan membahayakan kesehatan
Perjalanan Jauh
Dalam perjalanan dan tidak menemukan air
Air Sangat Sedikit
Air yang ada hanya cukup untuk minum
⭐ Rukun Tayamum (4 Rukun)
Niat
Niat dalam hati bersamaan dengan mengusap wajah
نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
"Nawaytut tayammuma li istibaahatish shalaati fardhan lillaahi ta'aalaa"
Artinya: "Aku niat bertayamum untuk membolehkan shalat, fardhu karena Allah Ta'ala"
Mengusap Wajah dengan Debu
Letakkan kedua telapak tangan di atas debu/tanah yang suci, lalu usapkan ke seluruh wajah
Mengusap Kedua Tangan Sampai Siku
Letakkan kedua telapak tangan di atas debu lagi, lalu usapkan ke tangan kanan sampai siku, kemudian tangan kiri
Tertib (Berurutan)
Melakukan semua rukun secara berurutan
🚫 Hal yang Membatalkan Tayamum
Semua yang membatalkan wudhu
Melihat air (jika sebab tayamum karena tidak ada air)
Sembuh dari sakit (jika sebab tayamum karena sakit)
Murtad (keluar dari Islam)
Doa-Doa Bersuci
أَدْعِيَةُ الطَّهَارَة
1 Doa Sebelum Wudhu (Membaca Basmalah)
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
"Bismillaahir rahmaanir rahiim"
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"
2 Doa Sesudah Wudhu
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
"Asyhadu allaa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluhu"
Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya"
Dilanjutkan dengan:
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
"Allaahummaj'alnii minat tawwaabiina waj'alnii minal mutathahhiriin"
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mensucikan diri"
3 Doa Ketika Berkumur (Madmadah)
اَللّٰهُمَّ اسْقِنِيْ مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأْسًا لَا أَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا
"Allaahummasqinii min haudhi nabiyyika Muhammadin shallallaahu 'alaihi wa sallama ka'san laa azhmau ba'dahuu abadan"
Artinya: "Ya Allah, berilah aku minum dari telaga Nabi-Mu Muhammad SAW, seteguk minuman yang sesudahnya aku tidak akan haus selama-lamanya"
4 Doa Ketika Membasuh Wajah
اَللّٰهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ
"Allaahumma bayyidh wajhii yauma tabyadhdhu wujuuhun wa taswaddu wujuuh"
Artinya: "Ya Allah, putihkanlah wajahku pada hari di mana ada wajah yang putih berseri dan ada wajah yang hitam kelam"
5 Doa Ketika Membasuh Tangan Kanan
اَللّٰهُمَّ أَعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِيَمِيْنِيْ وَحَاسِبْنِيْ حِسَابًا يَسِيْرًا
"Allaahumma a'thinii kitaabii bi yamiinii wa haasibnii hisaaban yasiiran"
Artinya: "Ya Allah, berikanlah kitabku dari sebelah kananku dan hisablah aku dengan hisab yang mudah"
6 Doa Ketika Membasuh Tangan Kiri
اَللّٰهُمَّ لَا تُعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِشِمَالِيْ وَلَا مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ
"Allaahumma laa tu'thinii kitaabii bi syimaalii wa laa min waraa-i zhahrii"
Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau berikan kitabku dari sebelah kiriku dan jangan pula dari belakangku"
7 Doa Ketika Mengusap Kepala
اَللّٰهُمَّ غَشِّنِيْ بِرَحْمَتِكَ وَأَنْزِلْ عَلَيَّ مِنْ بَرَكَاتِكَ
"Allaahumma ghasysyinii bi rahmatika wa anzil 'alayya min barakaatik"
Artinya: "Ya Allah, lindungilah aku dengan rahmat-Mu dan turunkanlah kepadaku keberkahan dari-Mu"
8 Doa Ketika Membasuh Kaki
اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمَيَّ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ الْأَقْدَامُ
"Allaahumma tsabbit qadamayya 'alash shiraathi yauma tazillu fiihil aqdaam"
Artinya: "Ya Allah, teguhkanlah kedua kakiku di atas shirathal mustaqim pada hari di mana banyak kaki yang tergelincir"
Hal yang Membatalkan Wudhu
نَوَاقِضُ الْوُضُوء
Wudhu yang sudah dilakukan bisa menjadi batal jika terjadi hal-hal berikut ini. Jika wudhu batal, maka harus berwudhu lagi sebelum melaksanakan shalat.
Keluar Sesuatu dari Dua Jalan (Qubul & Dubur)
Buang air kecil, buang air besar, keluar angin (kentut), keluar madzi, wadi, atau mani
Hilang Akal
Karena tidur nyenyak (tidak dalam posisi duduk yang kokoh), pingsan, mabuk, atau gila
Bersentuhan Kulit Laki-laki dan Perempuan
Yang bukan mahram, tanpa ada penghalang, dan sudah baligh (menurut madzhab Syafi'i)
Menyentuh Kemaluan
Menyentuh kemaluan (qubul atau dubur) dengan telapak tangan bagian dalam tanpa penghalang
Murtad (Keluar dari Islam)
Na'udzubillah, keluar dari agama Islam membatalkan wudhu
💡 Catatan Penting
Tidur dalam keadaan duduk yang kokoh tidak membatalkan wudhu
Makan daging unta membatalkan wudhu menurut sebagian ulama
Muntah, mimisan, atau keluar darah tidak membatalkan wudhu menurut madzhab Syafi'i
Ragu-ragu apakah sudah batal atau belum, maka wudhunya dianggap masih sah
🌟 Hikmah Bersuci
Menjaga kebersihan jasmani dan rohani
Mendekatkan diri kepada Allah SWT
Melatih disiplin dan kebiasaan baik
Menyegarkan tubuh dan pikiran
Menghapus dosa-dosa kecil
Mempersiapkan diri untuk beribadah
SanLat 9 Maret 2026












0 Komentar